Industri Pertambangan yang Semakin Kelam

31

Oleh: Endang Setyowati

Seperti kata pepatah “keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya”. Begitulah kata yang tepat digunakan untuk Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero).

Bagaimana tidak, karena baru terlepas dari cengkeraman AS selama berpuluh-puluh tahun, sekarang akan ditawarkan ke China.

Seperti dikutip dari aktual.com, (17/5/2019). Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini Soemarno terus mendorong Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang tanah air dengan melakukan hilirisasi.

“Sektor tambang Indonesia memiliki potensi yang besar. Dengan menggandeng mitra strategis ini, Holding Industri Pertambangan Inalum bisa memiliki akses ke teknologi yang dibutuhkan untuk hilirisasi sehingga industri pengolahan tambang domestik bisa berkembang dan memberikan lebih banyak nilai tambah, dan nilai ekspor produk tambang Indonesia bisa melesat,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (17/5).

Dalam kunjungan kerjanya ke China pada Jumat (17/5), Menteri Rini bertemu dengan beberapa calon mitra strategis Inalum, salah satunya Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Menteri Rini mengatakan, penjajakan kerja sama ini dilakukan agar Holding Industri Pertambangan bisa memiliki mitra strategis dalam bidang teknologi dan pengembangan demi mempercepat realisasi hilirisasi tambang di Indonesia.

Beginilah potret yang terjadi jika menerapkan demokrasi, pemerintah tidak benar-benar ingin meriayah rakyat. Tambang yang seharusnya dikelola oleh negara dan dimanfaatkan seluas-luasnya bagi rakyat malah di tawarkan kepada pihak aseng.

Berbeda jika mengunakan sistem Islam, karena di dalam sistem Islam ada kepemilikan umum. Yang mana tidak boleh dikuasai oleh perorangan maupun suatu kelompok. Jadi bisa dikelola oleh negara dan digunakan seluas-luasnya untuk rakyat.

Karena kepemilikan dalam Islam dibagi dalam 3 kepemilikan yaitu kepemilikan individu, umum dan negara. Sumber daya alam termasuk dalam kepemilikan umum, sebagaimana sabda Rasulullah saw “kaum muslim bersekutu dalam tiga hal: air, padang dan api” (HR. Abu Dawud). Dalam kepemilikan umum ini, semua rakyat secara bersama memilikinya.

Semua dimanfaatkan secara langsung atau melalui pengaturan tertentu yang dilakukan oleh negara.

Pihak swasta sama sekali tidak boleh menguasainya.

Kepemilikan umum merupakan kekayaan finansial paling besar yang memberi kemampuan pada negara.

Pemasukan kepemilikan umum digunakan untuk pemenuhan kebutuhan  rakyat yang meliputi kesehatan, pendidikan, keamanan juga sarana dan prasarana seperti jalan, pelabuhan dsb.

Sudah seharusnya semua itu adalah tanggung jawab negara untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan  rakyat tersebut.

Maka dalam pengelolaan sumber daya alam, negara juga harus memastikan tidak adanya dampak yang membahayakan bagi rakyat.

Maka Indonesia butuh penguasa dan sistem ekonomi yang kuat dan mandiri dengan tidak menyerahkan proyek-proyek negara kepada pihak asing maupun aseng.

Tidak boleh mengunakan utang luar negeri yang berbasis riba.

Seluruh proses pembangunan yang dilakukan harus menggunakan kekuatan ekonominya sendiri. Seluruh rakyat harus didorong untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan program pembangunan ini.

Khususnya peran sertanya dalam menginfakkan harta kekayaannya untuk membantu negara dalam membiayai pembangunan ekonominya.

Dengan terwujudnya pembangunan ekonomi yang mandiri ini diharapkan negara tidak bergantung lagi pada negara adidaya kapitalis dunia.

Sehingga tidak akan menjadi negara yang terjajah lagi. Semua kebutuhan ekonomi rakyatnya dapat dicukupi oleh industri-industri yang telah dibangun di dalam negerinya.

Semua itu akan terwujud jika kita menerapkan Islam secara Kaffah.

Maka kewajiban kita sebagai umat Islam untuk bergandengan tangan mewujudkannya. Sehingga tercipta Islam rahmatan lil alamin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.