Indonesia Terjangkit Candu Bantuan Asing

29

Ekky Marita, S.Pd (Pendidik)

Indonesia tengah menghadapi persoalan yang bertubi – tubi. Mulai dari harga pangan meroket, rusaknya moral generasi, pendidikan, maupun kesehatan. Tampaknya di setiap lini kehidupan terdapat problem yang harus segera ditindak dan diselesaikan. Bahkan penggantian penguasa dan kabinetnya belum mampu menemukan solusi tuntas pada permasalahan negeri ini.

Sikap lamban inilah yang dilirik oleh asing untuk ikut campur urusan dalam negeri. Penguasa mengambil langkah praktis pragmatis dengan melimpahkan kepada asing. Seperti polemik kesehatan rakyat yang selalu mengalami defisit hingga penguasa memutar otak untuk menutup lubang defisit ini dengan menaikkan iuran bahkan denda, memangkas fasilitas berobat serta baru-baru ini mengusulkan untuk menerima tawaran bantuan asuransi dari China.

Dikutip dari CNNIndonesia (25/08/2019) “Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Ping An Insurance, perusahaan asuransi asal China terpilih untuk membantu evaluasi system teknologi informasi (TI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena dianggap paling efisien.

Sebelumnya, Luhut mengisyaratkan system TI BPJS Kesehatan lemah, tercermin dari tidak patuhnya peserta dalam membayarkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”.

Dapat dilihat jaminan kesehatan adalah hak rakyat dan kewajiban negara untuk memenuhinya. Ketika tanggungjawab ini dilimpahkan pada swasta apalagi asing maka kebutuhan rakyat akan menjadi objek komersil yang mana dilakukan atas dasar profit – oriented. Besar pengeluaran daripada pemasukan menjadi alasan untuk menaikkan biaya yang lebih kepada rakyat.

Penarikan biaya sudah dilakukan namun belum mampu menutup kerugian. Walhasil pintu masuk bantuan asing terbuka lebar. Apabila solusi dari setiap masalah bergantung pada bantuan, program bahkan teknis yang ditawarkan asing,  hal ini akan membuat negeri ini menjadi candu utang dan penguasa percaya diri untuk lepas tangan dari pengurusan rakyat. Lantas apakah bantuan asing mampu menjadi solusi atau justru mengokohkan penjajahan pada negeri ?

Penjajahan Dibalik Bantuan Asing

System Kapitalis yang diterapkan saat ini membuat segala aktivitas didasarkan pada asas manfaat. Termasuk bantuan yang disodorkan oleh asing bukanlah secara cuma – cuma. Ketika penguasa mengambil bantuan dari asing yang notabene adalah para kapital maka kebutuhan rakyat seperti kesehatan pun akan dijadikan sebagai lahan bisnis. Dengan membuka jalan asing untuk membantu seperti pada kasus BPJS, penguasa negeri hanya bertindak sebagai regulator dan kaki tangan asing untuk menguasai negeri. Semua aspek kehidupan akan diliberalisasi, di kuasai bahkan melanggengkan penjajahan ketika negeri semakin bergantung pada mereka.

Asing mendapat posisi istimewa sehingga mampu mencampuri kebijakan dalam negeri. Semakin terasa aroma penjajahan dibalik godaan bantuan mereka. Sungguh jelaslah posisi Indonesia hanya sebagai pengekor penggerak kemauan para elit. Tak bisa berbuat apa-apa  meskipun dirampas semua kekayaannya. Itulah hal yang dibayar untuk setia kepada mereka. Maka rakyatlah yang akan menjadi korban.

Inilah akibat dari penerapan Sistem Kapitalis Liberal yang akan menggadaikan kedaulatan negara. Ketidakberdayaan ideologi bangsa untuk melawan dominasi asing di negeri ini membuktikan Indonesia butuh basis ideologi yang kuat untuk menjadi lawannya sehingga menjadikan Indonesia mandiri dan berdaya. Bagaiman untuk berlepas diri dari ketergantungan asing ?

Sistem Islam Lawan Kapitalis

Islam bukanlah sekedar agama namun pedoman dalam hidup. Kesempurnaan aturannya mampu mengatasi segala permasalahan dalam kehidupan. Sistem Islam mengatur segala lini kehidupan dan pemenuhan kebutuhan rakyat. Dengan tata cara perekonomian, sosial, politik, pendidikan, dan kesehatan  yang diatur berdasarkan syariah secara menyeluruh akan menutup rapat peran asing untuk membangun negara.

Pemimpin negara (khalifah) akan bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang diamanahkan kepadanya. Khalifah adalah raain (pengurus) dan junnah (perisai) untuk rakyatnya. Khalifah akan mengurus segala pemenuhan rakyat mulai dari kebutuhan pribadi seperti sandang, pangan, papan maupun bermasyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan dengan optimal.

System Islam berdiri untuk menerapkan syariah secara paripurna sehingga tidak akan menerima bantuan dari asing untuk mencampuri negara sebab pemikiran asing dengan ideologinya akan menghancurkan negara sebab tujuannya hanya mengeruk kekayaan negara.

 “Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang – orang yang diluar kalanganmu (yaitu selain kaum muslimin), karena mereka tidak henti – hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi”. (Ali –Imran : 118)

Jadi untuk keluar dari candu bantuan asing, negara harus memiliki basis yang kuat yang berdasarkan keimanan dan darinya memiliki aturan secara sempurna dalam pengurusan kehidupan yaitu sistem Islam yang akan mewujudkan rahmat lil alamin.

Wallahua’lam Bisshowa’ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.