Indonesia Hijrah Dari Sistem Kufur Menuju Islam Kaffah

132

Fenomena hijrah telah menjadi primadona tersendiri dikalangan generasi milenial.Terlepas dari banyaknya pandangan sinis ataupun sekedar eksistensi diri. Sehingga kata hijrah tidak lagi menjadi asing,karena setiap orang memiliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Sama halnya dengan kehidupan bernegara,tidak ada satu warga negarapun yang mereka ingin hidup melarat dan sekarat dengan jeratan yang membelenggu. Dengan melihat kondisi bangsa ini yang sering ditimpa kemelaratan bahkan himpitan hutang ribuan triliun sehingga mengharuskan bangsa ini untuk menempuh langkah hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Indonesia berhijrah. Jokowi berharap Indonesia dapat hijrah dari ketertinggalan dan kemiskinan menuju kesejahteraan hingga hijrah menuju keadilan ekonomi. Namun semuanya tetap membutuhkan proses yang tidak instan. (Detik.com)

Pertanyaannya adalah hijrah seperti apakah yang dibutuhkan oleh negara kita saat ini?. Apakah cukup hijrah dari segi mengganti kepala negara sajakah atau beralih meninggalkan sistem kehidupan kapitalis sekuler menuju kepada sistem pemerintahan islam?. Kesadaran hijrah muncul ketika melihat kondisi kehidupan kian surut bahkan mengalami kemerosotan di segala bidang kehidupan,baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan,dan keamanan. Memang untuk mewujudkannya kehidupan yang lebih baik butuh waktu dan juga solusi hijrah yang tepat agar negara tidak terjebak kepada hijrah yang semu. Untuk itu negara harus belajar bagaimana menganalisa setiap langkah ataupun kebijakan yang diambil sampai mengenai akar persoalan dari setiap masalah yang dihadapi oleh negara ini.

Kalau kita melihat upaya yang dilakukan oleh pemimpin negeri ini dari awal kemerdekaan sampai detik ini terus berupaya hijrah dari pemimpin yang satu dengan yang lainnya setiap kali 5 tahun. Tapi apakah cita- cita bangsa ini sudah terwujud? Namun faktanya nihil bahkan terus merosot hingga ekonomi bangsa terus melorot tajam oleh sistem Keuangan ribawi.  Maka dapat dipastikan bahwa langkah tersebut akan terus mengulang-ulang kejadian yang sama bahkan lebih parah lagi. Untuk itu negara butuh langkah strategis dan ideologis untuk dapat keluar dari persoalan dalam seluruh aspek kehidupan agar bisa mandiri serta mengejar segala ketertinggalannya dari negara- negara lain di dunia..

Langkah tersebut ialah pertama  mencampakkan sistem kufur demokrasi buatan manusia yang jelas- jelas bertentangan dengan hukum syariat  islam. Kedua  menjadikan ideologi islam sebagai ideologi negara dan  aqidah islam sebagai dasar negara. . Ketiga individu masyarakat hanya akan mengangkat seorang  pemimpin yang taat kepada Allah dan hanya menerapkan hukum islam saja dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana firman Allah dalam QS.Al -Baqarah ayat 208 (“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”). Seruan ini adalah perintah wajib bagi kaum muslim  untuk menjalankan syariat islam secara kaffah baik secara individu maupun negara bukan hanya sebagian saja.

Karena Allah sendiri telah menjamin bagi umatnya  kehidupan yang aman serta tentram lagi barokah asalkan mereka  mau tunduk dan patuh pada perintahNya serta meninggalkan laranganNya. Sebagaiman firman Allah QS: Al-A’raf ayat 96  (“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”) .

Untuk mewujudkan yang demikian tentu kita harus sadar bahwa tidak ada hukum yang lebih baik serta adil di dunia  kecuali hukum Allah SWT . (Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya))?” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 50). Allahua’lam

Oleh : Mira Susanti (Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.