Harapan Syaikhana Khalil; Sang Inspirator Perlawanan Kepada Kolonial

38

KH. Thaha Kholili, Pengasuh PP Al Muntaha, Cicit Syaikhana Khalil Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dalam acara Multaqa Ulama ASWAJA yang digelar di pondok beliau, menyampaikan tausyiyah yang sangat mengugah terkait dengan perjuangan dan dakwah Sang kakek.

Di hadapan peserta lebih dari 600 ulama, kyai, pimpinan pondok pesantren dan ustad ini, beliau menyatakan sebagai Cicit Syaikhana Kholil generasi keempat dari jalur salah satu putri Syaikhana. Beliau tegaskan semenjak wafatnya Syaikhana, Allah takdirkan tidak ada generasi penerus yang terlahir menjadi Kyai besar.

Namun, beliau ingatkan dari beliaulah para tokoh nasional terlahir. Mulai dari Hadratus Syaikh Hasyim as’ary, KH. Ahmad Dahlan (Darwis), HOS Cokroaminoto, Sutan Syahrir dsb. Dari tokoh-tokoh inilah lahir para pemimpin nasional – The Founding Fathers.

Beliau mengawali kisah sang kakek. Berawal dari rasa prihatin para Masyayikh dan Auliya’ di Makkah Al Mukarromah atas penjajahan kafir Belanda di Nusantara. Untuk mengawal perlawanan ruh jihad ummat, mereka memutuskan untuk mengirim Syaikh Nawawi Al Bantani. Seorang Arif billah Faqih Mufti yang keilmuannya dicatat dengan tinta emas oleh dunia Islam hingga kini. Para jasus/intel Belanda sudah mencatat namanya sejak di Makkah. Mata-mata Belanda segera mengirmkan pesan, agar syaikh ini ditangkap saat berlabuh di Sunda Kelapa.

Para masyayikh mencium gelagat busuk itu. Mereka pun mengatur siasat demi keselamatan Syaikh Nawawi. Ditugaskanlah utusan untuk menjemput Syaikh Nawawi di Selat Malaka. Saat Kapal singgah Syaikh Nawawi dipindah kan ke kapal kecil lalu dibawa ke Banten. Belanda kehilangan jejak dan mengira beliau hilang atau terbunuh. Saat di Banten, Syaikh Nawawi tidak mungkin tampil terbuka di depan masyarakat. Beliau pun gelisah. “Kehadiran saya tidak ada manfaatnya”. Singkat cerita beliau pun kembali ke Makkah.

Para masyayikh kembali bermusyawarah. Bittaufiqillah, mereka putuskan mengirim Syaikhana Kholil. Syaikhana Khalil bukan seorang mufti. Keseharian beliau ditugaskan mengajari ilmu nahwu kepada para santri nusantara di Masjidil Haram. Intuisi para masyayikh pun memilih seorang alim yang tidak terdeteksi para jasus Belanda. Dan benar sejak kedatangan Kyai Khalil, para begundal Snouck Horgrone dan Van derplas sama sekali tidak memperhitungkan keberadaanya. Kyai Khalil sejak kecil sudah yatim piatu. Kondisi ini mendukung penyamaran beliau. Kyai Khalil merekrut para santri baru. Beliau hanya fokus mengajarkan ilmu alat. Para santri selanjutnya berguru ke Makkah untuk belajar ilmu2 syariah, tafsir dan hadits. Dua diantara santri beliau kelak mendirikan NU dan Muhammadiyah.

Belanda tidak tahu kekuatan di balik ilmu alat. Ibarat pedang semakin diasah ia akan tajam. Kalau tidak dipakai jadi barang antik. Syaikhana Khalil sebagai ahli alat. Mengasah pedang revolusi. Menginpirasi semangat jihad melawan para penjajah kafir. Maka ilmu alat nya berhasil mencetak para santri memiliki semangat perlawanan kepada penjajah. puncaknya resolusi jihad. jadi ilmu alat harus direvitalisasi untuk membuat para kader militan anti kolonial. bukan menjadi maf’ul sebagaimana ungkapan dalam al jurumiyah Dloroba Zaidun Kalban.

Di tengah Majlis Multaqa Ulama pejuang Syariah-Khilafah, Kyai Thoha begitu semangat dan berharap kuat. Agar mercusuar Islam kembali berjaya dari Timur. Dari Bangkalan Madura. Sebagaimana dahulu diawali oleh Kakeknya – Syaikhana Khalil. Beliau mengingatkan tentang sosok Kyai Kholil sejauh ini hanya dilihat dari kisah-kisah karomah beliau. Padahal buku2 soal itu banyak yang ganjil. Beliau tak lupa menyinggung kerancuan ide Islam Nusantara. Bahkan yang membuat forum terperanjat adalah klarifikasi penolakan beliau tentang sosok tokoh/kyai yang mengklaim bernasab kepada Kyai-Ningrat Madura. Beliau juga bersaksi tokoh itu juga bukan keturunan Syaikh Nawawi al Bantani. Lebih tegas lagi kesaksian beliau diperkuat oleh KH. Fathul ‘Adziim Ulama kasepuhan Banten yang juga hadir di multaqa. Wallahu A’lam (sumber: shautululama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.