Harapan Semu di Parlemen Baru

39

Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa,” demikian sumpah yang diucapkan 575 anggota DPR.

Pelantikan anggota DPR ini digelar pada Selasa (Liputan6.com, 2/10/2019).

Sidang Paripurna perdana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 diwarnai banyak kursi kosong. Sebanyak 335 anggota MPR tampak tak hadir dalam sidang paripurna perdana yang digelar di Gedung ‘Kura-kura’, Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Rabu (2/10).

Padahal, sidang paripurna perdana kali ini MPR memiliki dua agenda strategis, yakni untuk mengesahkan jadwal acara sidang dan pembentukan fraksi-fraksi dan kelompok DPD.
(Cnnindonesia.com, 2/10/1/2019)

Harapan Dalam Demokrasi

Banyak pihak yang menggantungkan harapan pada para anggota parlemen yang baru terpilih. Hal ini seperti yang diungkapkan

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago berharap, anggota dewan yang baru dilantik ini mampu memperjuangkan aspirasi rakyat yang mereka wakilkan.

“Kita memang berharap mereka ini mampu mengangkat harkat dan martabat DPR,” kata Pangi saat dihubungi, selasa (1/10/2019).

“Citra negatifnya tinggi, trust-nya enggak terlalu bagus, banyak yang tidak terlalu memuaskan masyarakat atau publik. Citra parlemen yang masih tidak disiplin, malas, tidak sesuai target,” ucap Pangi

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, KPK tidak segan menindak para wakil rakyat yang melakukan tindakan korupsi.

“Harapannya tentu KPK tidak perlu memproses lagi para penyelenggara negara di sektor politik ini kalau memang tidak ada tindakan korupsi yang dilakukan, kalau ada tindakan korupsi tentu wajib penegak hukum untuk menangani itu,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Senin (30/9/2019).

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah pun juga menitip pesan “Jangan anggap jadi pimpinan DPR terlalu banyak ruang tertutupnya tak baik. Dia harus terbuka, apa adanya. Ini yang akan menyebabkan DPR lebih tanggap terutama dengan anggota baru,” ucapnya.

Seperti sebelumnya bahwa anggota parlemen akan mengalami pergantian. Masalahnya, apakah bergantinya wajah pejabat ini dapat memahami dan menyelesaikan masalah yang ada?.

Kursi yang empuk dan gaji yang banyak telah melenakan siapapun yang mendudukinya. Bahkan yang menyuarakan aspirasi rakyat lebih sedikit dan tak jarang lupa diri hingga berakhir di jerusi besi terlibat korupsi.

Sebenarnya dalam sistem demokrasi ini kita tak bisa berharap banyak karena sistem inilah yang telah menghancurkan keadilan dan kepedulian pada nasib rakyat.

Sistem inilah yang telah melahirkan pandangan hidup yang individualis dan menjamurnya nepotisme dari kalangan pejabat atas hingga bawah.

Padahal sejatinya mereka adalah pelayan dalam urusan rakyatnya karena mereka telah dipilih untuk amanah tersebut.

Pejabat Dalam Islam

Dalam pandangan Islam pejabat negara adalah orang yang dipilih untuk menjadi pelayan rakyat terbaik. Maka bekal iman dan pemahaman Islam yang kaffah adalah hal wajib yang harus diketahui secara menyeluruh.

Ketaqwaan individu ini adalah salah satu benteng yang menjaga individu untuk berjalan sesuai amanah yang telah dipikulnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya. Itulah raan yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an.

Jabatan bukanlah untuk memperkaya diri dan kesombongan namun bagaimana mempersembahkan pelayanan terbaik pada masyarakat agar memudahkan segala urusan hidup masyarakat.

Pejabat Islam juga dibentengi dengan sistem sanksi yang tegas yang akan menghukum siapapun pejabat negara yang telah menyelewengkan amanah rakyat dan menyulitkan urusan rakyat.

Kepala negara yang disebut Khalifah akan menindak tegas dan memberikan sanksi yang yang berat bagi siapa saja yang melanggar syariat Allah SWT.

Karena dalam Islam keadilan dan keamanan hidup adalah hal yang dijunjung tinggi dan merupakan amanah dari Allah untuk mengurusi urusan rakyat.


FirmanNya:
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى
Lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. [Thaha/20 : 123].

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. [Thaha/20:124].

Maka dalam pandangan Islam pelaksanaan hukum Islam yang kaffah adalah hal yang mutlak sebagaimana yang telah diterapkan oleh Rasulullah Saw di kota Madinah sebagai contoh negara pertama dan terbaik didunia yang  kemudian dilanjutkan oleh para sahabat nabi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.