Generasi Muslim Butuh Ibu Asuh

68

Oleh : Ummu Nadiatul Haq (Member Akademi Menulis Kreatif 4)

Sebanyak 12 siswi SMP di satu sekolah di salah satu daerah di Bumi Ruwa Jurai, Lampung diketahui hamil.  Direktur PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Lampung, Dwi Hafsah Handayani menyebutkan, 12 siswi SMP di satu sekolah di Lampung diketahui hamil tersebut, terdiri dari siswa di kelas VII, VIII, dan IX.  (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG, 2 oktober 2018 )

Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi mendapatkan temuan terkait tindak asusila melalui grup aplikasi mengobrol, whatsapp (WA) “All Stars”.  Ironisnya, grup tersebut berisikan para siswa di satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan.  Selain tindak asusila, di grup yang berisikan 24 siswa dan siswi itu, para anggota saling berbagi video porno. Dari video tersebut, para anggota saling mengajak untuk berhubungan badan. (Pikiran Rakyat, Cikarang,Jawa Barat, 3 oktober 2018).

Warga Kabupaten Garut beberapa hari ini dibuat heboh dengan terungkapnya keberadaan grup Facebook gay siswa SMP/SMA di Garut. Screenshot laman grup FB tersebut menyebar di berbagai grup aplikasi pesan WhatsApp beberapa hari ini. (Kompas.com, Garut, 6 oktober 2018).

Sungguh mengkhawatirkan, generasi rusak saat ini tentu tidak lahir begitu saja, ada penyebab kenapa mereka menjadi generasi rusak.  Ibarat seorang anak yang dilahirkan, hitam dan putihnya mereka di masa depan tentu ada bentukan yang diupayakan oleh orang tua nya.

Saat ini generasi muslim sudah tidak memiliki ibu yang mengasuh, mendidik, mengatur dan mengarahkan untuk bisa menjadi generasi sholeh/sholehah, cerdas, kreatif dan cemerlang yang akan menjadi generasi pemimpin masa depan yang akan membawa kemaslahatan seluruh dunia.

Maraknya generasi yang bergaul bebas terjadi karena mereka tidak memiliki ibu  yang memiliki jiwa hadlonah/pengasuh, ibu mereka saat ini tidak layak di sebut pengasuh, siapa ibu asuh mereka? jelas ibu mereka saat ini adalah “sistem sekuler” yang memiliki keyakinan pada sang khaliq/pencipta tetapi tidak mau di atur pencipta mereka, dan tidak yakin akan dimintai pertanggung jawaban di akherat atas pengabaian nya terhadap aturan kehidupan yang seharusnya diterapkan.

Dalam sistem sekuler , ibu asuh saat ini, generasi muslim di asuh dengan alat canggih yang bisa membuat manusia berkelana, berselancar di dunia maya dengan bebas tanpa batas dan tanpa sensor.  Mesin digital yang smart yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan dan keburukan, tergantung siapa yang memegangnya.  Ini adalah bentuk madaniyah yang sarat dengan hadlarah barat, terbukti sebagai pemusnah dan penghancur generasi muslim. Era digital saat ini hampir semua orang menggenggam mesin ini dengan berbagai fungsinya yang canggih, sampai akses yang berbahaya terhadap pergaulan bebas dengan adanya konten-konten pornografi yang bisa di cari oleh siapapun tanpa batasan usia, mulai dari anak di bawah umur sampai generasi tua.  Banyaknya kasus-kasus pergaulan bebas ini jelas sangat berhubungan dengan adanya media ini karena konten pornografi yang sangat mudah di akses ini akan jadi salah satu perangsang naluri seks manusia.  Naluri ini akan muncul ketika ada rangsangan dari luar tubuh manusia, dengan melihat gambar-gambar atau video porno bisa mengakibatkan muncul naluri yang ingin di penuhi hasratnya, jika tidak dipenuhi akan menimbulkan kegelisahan saja. Berbeda dengan kebutuhan makan dan minum yang muncul dari dalam tubuh manusia yang jika tidak dipenuhi akan menimbulkan sakit sampai kematian.

Solusi sekuler untuk mengatasi masalah pergaulan bebas tidak akan pernah bisa, karena terbukti kasus demi kasus semakin bertambah dan berkembang dari waktu ke waktu, bukan berkurang atau selesai tuntas.  Jelas ini akan jadi bom waktu yang akan meledak, menghancurkan peradaban manusia.

Ke mana seharusnya kita berharap agar berbagai masalah pergaulan bebas ini selesai?

Tentu kita harus kembalikan pada ibu asuh yang sesungguhnya, ibu yang mampu menjaga, mengatur, membimbing dan mengarahkan agar generasi muslim menjadi generasi sholeh/sholehah, cerdas, kreatif, cemerlang, pewaris tahta kehidupan memimpin kehidupan manusia agar berada pada jalan yang lurus menuju kemaslahatan manusia seluruh dunia.

Siapa ibu asuh yang sesungguhnya?yang bisa dipertanggungjawabkan di akherat kelak?

Tentu hanya islam, yang sesuai dengan fitrah memiliki solusi tuntas dari sang pencipta menyelamatkan generasi dari pergaulan bebas dan islam akan mengelola mesin digital”madaniyah” yang bersih dari hadloroh barat hanya untuk kebaikan yaitu menanamkan aqidah, ketaatan pada islam, dan pencerdasan umat tentang islam sebagai ideologi, pemecah berbagai permasalahan hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.