Derita Muslim Uyghur, Siapa sebagai Penyelamat?

    141

    Oleh: Ifa Mufida*

    Sekali lagi kita dinampakkan penderitaan umat Islam ketika tidak ada perisai yang melindunginya. Di bawah kapitalisme, umat Islam telah dipecah menjadi negara-negara bangsa yang akhirnya hidup dalam penjajahan sistem kepitalisme. Di bawah Sosialis-komunisme, umat Islam pun dilecehkan, diperlakukan sangat kejam, bahkan ingin dimusnahkan.

    Lembaga Pers Internasional telah melaporkan betapa pilunya derita umat Islam Uyghur. Negara  Cina memaksa suku bangsa Uyghur untuk menjadi komunis dan atheis. Anak-anak Uyghur dipaksa untuk berbicara bahasa Cina, berpakaian pakaian tradisional Tiongkok, mengkonsumsi makanan haram, beribadah dan sujud ke patung Confucius, menghafal arti bendera Komunis, dan akhirnya menjadi 100% berasimilasi. Al-Qur’an dianggap sebagai buku jahat dan berton-ton telah dibakar.

    Tidak cukup disitu, lebih dari 2 juta Muslim Uyghur dikurung di kamp konsentrasi mirip dengan gaya Nazi, di mana mereka dipaksa untuk mengutuk agama mereka dan makan daging babi dan minum alkohol dengan dalih “memerangi ekstremisme”. Dari 24.000 masjid di seluruh Turkistan Timur, lebih dari 20.000 di antaranya telah dihancurkan, diubah menjadi kantor-kantor pemerintah, diberikan kepada pebisnis Cina, dan berubah menjadi pusat propaganda.

     bawah apa yang disebut “Kebijakan Keluarga Berencana”, Tiongkok membunuh ribuan bayi yang masih berada di rahim ibu mereka, bahkan pada usia 9 bulan. Lebih dari 200.000 anak-anak termasuk bayi yang orangtuanya dikurung di kamp-kamp konsentrasi juga telah dikirim ke kamp konsentrasi remaja.Puluhan ribu mayat pemuda Uyghur yang menghilang telah ditemukan, dan organ mereka telah diambil untuk digunakan oleh orang Cina.

    Mereka yang berada di kamp konsentrasi dipaksa untuk mencela Islam dan identitas Muslim mereka, mereka dipaksa untuk berjanji bahwa mereka adalah orang Cina, dan bahwa mereka komunis. Setelah mengirim orang ke kamp konsentrasi, pemerintah Cina membawa ratusan ribu pria Cina untuk tinggal di rumah keluarga  dan memaksa wanita muslim untuk menikah dengan mereka. Semua gadis dan perempuan Uyghur di desa-desa dipaksa menikahi laki-laki Tionghoa atheis.

    Lingkungan di seluruh Turkistan Timur telah ditutup dengan pos pemeriksaan keamanan di mana-mana sehingga tidak ada kebebasan bergerak bagi umat Islam. Semua paspor Muslim Uyghur telah dicabut, internet dan telekomunikasi dengan dunia luar telah dihambat. Setiap orang Uyghur yang telah mengunjungi Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan atau memiliki anggota keluarga yang tinggal di negara-negara ini, semuanya telah dijatuhi hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

    Semua tindak kebrutalan pemerintah Cina kepada kaum muslimin tersebut jelas-jelas adalah pelanggaran atas Hak Asasi Manusia, dan hukum Internasional. Dikatakan, Hak Asasi Manusia dan Internasional Convenant on Sosial and Politics Rights menegaskan adanya Kebebasan Beragama bagi segenap Manusia. Pertanyaan nya, pernahkah ada penindakan pelanggaran  HAM jika itu Umat Islam yang menjadi korban? Dan apa yang bisa dilakukan lembaga Internasional ketika umat Islam menjadi Korban?

    Sungguh umat Islam telah diserang dari berbagai sudut. Penyiksaan kaum muslimin di Uighur, Xinjiang adalah satu saja kasus penghinaan kepada kaum muslimin. Di belahan yang lain masih banyak kaum muslimin yang bernasib tak jauh beda dengan kaum muslim di Uyghur. Sebut saja kaum muslimin di Yaman yang mengalami kelaparan begitu parahnya. Kaum muslimin di Syiria yang terus diserang oleh pemerintahnya sendiri. Kaum muslimin di palestina yang hari demi hari semakin terdesak dari tanah mereka sendiri.

    Maka sangat benar sabda Rasulullah SAW berabad-abad silam. Umat Islam akhir zaman akan seperti buih di lautan. Meski terlihat banyak, namun tidak berarti. Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seprti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring”. Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya jumlah kami waktu itu?”. Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di lautan. Dan Allah mencabut rada takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn”. Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “cinta dunia dan takut mati,” (HR.Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

    Sungguh menyedihkan karena saat ini memang faktanya kaum muslimin hanya seperti buih di lautan. Bahkan ketika kita melihat saudara-saudara kita di belahan bumi lain yang menderita, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita kaum muslimin yang seharusnya menjadi satu tubuh yang akan ikut merasakan sakit jika bagian tubuh yang lain disakiti. Namun kita tidak bisa berbuat apa-apa. Demikianlah karena kaum muslimin sekarang terpecah-pecah dalam sebuah negara bangsa (nation state). Ini adalah bentuk penjajahan sejati di rezim kapitalisme-sekuler dimana Kaum muslimin dipecah-pecah dalam sebuah negara bangsa sekaligus terikat oleh ikatan yang sangat rendah, yakni ikatan nasionalisme. Pemerintah yang memimpin kaum muslim dibawah nation state juga hanya diam membisu, dengan dalih itu adalah urusan internal negara Cina. Masihkah bisa kita berharap kepada Pemerintah Indonesia? Atau berharap kepada negeri-negeri Arab? Tidak, faktanya mereka tetap diam membisu.

    Sudah saatnya lah kaum muslimin bersatu dalam satu Panji. Kaum muslimin adalah umat yang satu, berkitab satu yakni Al-Qur’an, bertuhan satu yakni Allah SWT. Sudah saatnya bersatu dibawah aturan syariat Allah dan negara yang satu yakni Khilafah Islamiyyah. Hanya dengan khilafah, maka kaum Muslimin akan memiliki pelindung yang akan menjadi perisai bagi seluruh kaum muslimin di dunia.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu adalah perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhori, Muslim, Ahmad).

    Demikianlah solusi satu-satunya yang akan menyelamatkan kaum muslimin dan mengembalikan kemuliaan Islam adalah jika kita berada di bawah Khilafah Islamiyyah. Semoga Allah memudahkan segala urusan dakwah kita, dan memberikan kan jalan keluar dari setiap permasalahan, aamiin. Allahu A’lam bi showab.

    *Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Masalah Umat

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.