Butuh Perlindungan Utuh Negara dalam Mengatasi Epidemi Penyakit

66

Oleh S. Latifah Nabhaan, Aktivis Mahasiswa

Virus Corona atau yang disebut dengan 2019-nCoV menggemparkan masyarakat dunia sejak beberapa pekan terakhir. Virus ini disinyalir berasal dari Kota Wuhan di Tiongkok, dan diduga datang dari pasar seafood dan hewan liar di kota tersebut. Si kasat mata ini sukses membuat orang-orang paranoid.

Dilansir dari Kompas.com, korban meninggal akibat virus corona sendiri sampai saat ini mencapai 132 orang, dan tersebar di China, Amerika Serikat, Australia, Perancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan,Thailand, Singapura, Kamboja, Nepal, Kanada, Vietnam, Sri Lanka dan Uni Emirat Arab.

Bukan hanya warga sipil, wabah virus ini juga mendatangkan kecemasan tersendiri bagi orangtua mahasiswa yang berkuliah di Wuhan. Sampai hari ini, para mahasiswa mengabarkan bahwa mereka tidak tertular virus corona dan dalam keadaan baik, hanya saja mereka kekurangan stok makanan.

Pemerintah Indonesia juga Organisasi Perhimpunan Pelajar Cina cabang Wuhan terus mengusahakan pengiriman logistik bagi para mahasiswa yang terisolasi di Wuhan. Menurut para mahasiswa di sana, kota Wuhan kini bagaikan Kota Mati. Mereka pun memilih untuk tetap tinggal di asrama.

Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa pihaknya melakukan observasi terhadap sejumlah orang terkait penyebaran virus corona dari China, serta menunggu hasil uji laboratorium terhadap beberapa kasus-kasus baru.

Di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan milik Kemenkes adalah satu-satunya pihak yang dapat memastikan keberadaan jenis baru virus itu.

Kemenkes sebelumnya telah memastikan bahwa ada 100 rumah sakit rujukan yang mampu menangani pasien jika memang ada yang terkonfirmasi terjangkiti virus yang pertama kali terdeteksi bulan lalu di Wuhan itu.

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah korban yang meninggal dunia di China akibat virus corona, pemerintah Indonesia juga meningkatkan upaya pencegahan, termasuk memastikan berjalannya proses pendeteksian virus yang memadai.

Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes, mengatakan bahwa sejauh ini bahwa sudah ada 13 orang yang tengah di observasi.

“Yang 11 sudah ada hasilnya, semuanya negatif. Dua sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Anung dalam acara konferensi pers pada Senin (27/01).

Sebelumnya, terdapat sejumlah kasus dicurigai terinfeksi corona virus, diantaranya termasuk di Jakarta, serta di beberapa wilayah lainnya seperti Sorong di Papua Barat, Manado di Sulawesi Utara, hingga Jambi dan Bali.

Menganggapi hal ini, Dirjen Anung menegaskan bahwa belum ada pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona baru dari Wuhan. Ia juga mengatakan, para petugas kesehatan dipastikan mengikuti standar operasional kerja sesuai mekanisme pemeriksaan laboratorium WHO.

Di lansir dari republika.co.id “Hingga hari ini (Rabu, 29/1) misalnya, belum ada satupun kebijakan yang bersifat menentukan terkait persoalan tersebut. Padahal, sudah ada enam negara tetangga kita sudah terpapar kasus Corona, yaitu Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura dan Australia,” ujar Fadli dalam keterangannya.

Selain itu, pemerintah juga belum memberikan peringatan perjalan bagi WNI yang akan ingin bepergian ke China. Peringatan hanya diberikan khusus bagi mereka yang hendak mengunjungi Provinsi Hubei saja, terutama kota Wuhan. 

“Padahal, sejak pekan lalu virus Corona telah menyebar ke 30 dari 31 provinsi di China. Pemerintah seharusnya lebih responsif dan sensitif mengantisipasi berbagai kemungkinan,” katanya. Ia menambahkan, begitu pula di bidang keimigrasian. Pemerintah juga belum mengeluarkan kebijakan apapun untuk membatasi mobilitas warga negara China ke Indonesia. 

“Sebagai perbandingan, pemerintah Filipina, misalnya, sudah membatalkan kebijakan visa on arrival bagi turis China sebagai bentuk antisipasi masuknya virus tersebut ke negaranya,” jelasnya.

Karena itu, ia menyarankan dua langkah yang harus segera dikerjakan Pemerintah. Pertama, pemerintah diimbau segera membentuk rantai komando khusus untuk mengawasi dan memitigasi wabah virus corona.

Wabah atau penyakit menular sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu, wabah yang cukup dikenal pes dan lepra. Nabi pun melarang umatnya untuk memasuki daerah yang terkena wabah.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Inilah metode karantina yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah dan menjanjikan bagi mereka yang bersabar akan mendapat pahala sebagai mujahid di jalan Allah.

Pada zaman Nabi Saw., dan sebelum Pasteur berhasil menemukan keberadaan mikroba, orang biasanya berpikir bahwa wabah penyakit yang terjadi it disebabkan oleh setan dan bintang-bintang. Menurut merkea, wabah tersebut tidak berhubungan dengan kebersihan atau perilaku tertentu, sehingga mereka mengadakan ritual magis untuk mengatasinya.

Dalam kondisi seperti itu, Nabi Saw. memberlakukan sistem karantina yang dianggap dasar pencegahan modern setelah penemuan mikroba yang menyebabkan penyakit. Nabi Saw. memerintahkan para sahabat, “Jika kalian mendengar tentang wabah wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di tempat kalian berada, maka janganlah kalian jangan meninggalkan tempat itu.”

Wabah penyakit sejatinya tidak pernah diharapkan muncul hingga mengakibatkan kekhawatiran. Namun selalu ada alasan yang mengakibatkan wabah penyakit muncul dengan dampak yang tidak bisa diperkirakan.

Menghadapi kondisi ini, ada baiknya mengamalkan doa seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berbagai hadist.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

Arab latin: Allahumma inni a’udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi’il-asqami’

Artinya: “Ya Allah, aku mencari perlindungan kepadamu dari kusta, kegilaan, kaki gajah, dan penyakit jahat. (HR Abu Daud)

Hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik tersebut mendapat kategori shahih. Selain berdoa dan melaksanakan ibadah lain, tentu upaya pencegahan lain harus dilakukan menghadapi wabah penyakit.

Untuk memastikan bahwa perintah akan dilaksanakan dengan baik, Nabi Saw. mendirikan tembok di sekitar daerah wabah dan menjanjikan kepada orang-orang yang sabar dan tinggal di daerah wabah dengan pahala sebagai mujahid di jalan Allah, sementara mereka yang melarikan diri dari tempat tersebut diancam dengan malapetaka dan kebinasaan. Jadi, Nabi Saw. bersabda: “Orang yang melarikan diri dari tempat wabah itu adalah seperti yang melarikan diri dari pertempuran di jalan Allah. Sedangkan orang yang sabar dan tinggal di mana dia berada akan diberi pahala seperti pahala seorang mujahid.”

Jika orang yang sehat dua ratus tahun diminta untuk tinggal dengan orang sakit di daerah wabah, maka ia akan menganggap hal semacam itu sebagai omong kosong. Dan karena didasari keinginan untuk hidup, maka dia harus melarikan diri ke tempat lain. Hanya orang muslim yang tidak melarikan diri dan meninggalkan tempat wabah sesuai dengan instruksi Nabi sa. Orang-orang non-muslim mengejek tindakan mereka sampai kemudian mereka menemukan bahwa mereka yang tampak sehat tanpa gejala adalah pembawa kuman yang mungkin mentransfer wabah ke tempat lain jika mereka pindah ke sana. Mereka akan bergerak bebas dan berbaur dengan orang yang sehat, sehingga mereka dapat menyebabkan orang lain terserang penyakit.

Sesuai saran pemerintah, untuk mencegah infeksi virus corona sebaiknya selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Selain itu jaga kebersihan dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Langkah selanjutnya adalah segera ke dokter bila terjadi penurunan fungsi tubuh, terutama jika baru pulang dari Wuhan atau China.

Wallahu ‘alam bi ash-showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.