Bumi Palestina Milik Kaum Muslimin, untuk Merebut Kembali Harus dengan Jihad dan Khilafah

Foto Bersama di Akhi Acara

Tulungagung, Mediasiar.com – Majelis Ta’lim (MT) Matahati Tulungagung yang rutin digelar setiap Ahad pagi, menyajikan tema spesial Ahad ini (21/1/2017), yaitu “Solusi Tuntas Masalah Palestina adalah Jihad dan Khilafah.”

Acara bertajuk Mudzakarah Ulama ini dihadiri puluhan jamaah dari kalangan ulama dan ustadz. Sebagian besar mereka sudah biasa menghadiri majelis ta’lim rutinan ini.

Ustadz dr. H. Muh. Ali Syafiuddin, pengasuh MT Matahati, membahas sejarah berdirinya Israel di bumi Palestina dan ambisi rakus Yahudi. Dalam sejarah tercatat berulang-ulang kali Yahudi dengan segala cara berusaha merebut tanah Palestina, tetapi selalu gagal.

Sultan Abdul Hamid, khalifah Turki Utsmani terakhir, dengan tegas menolak keinginan Yahudi yang hendak membeli tanah Palestina. Meskipun, Khilafah Utsmani tengah dilanda krisis keuangan yang sangat parah saat itu.

Tak berputus asa, Yahudi terus mencari cara untuk merebut tanah Palestina, tanah yang dijanjikan, dalam keyakinan mereka. Demi ambisinya ini, mereka tak segan menumpahkan darah kaum muslimin Palestina hingga sekarang.

“Jelasnya, Yahudi itu adalah perampok dan penjajah!” begitu Ustadz Ali, menegaskan.

Menurutnya, tindakan tegas untuk para perampok adalah dengan cara melawan dan mengusirnya dari rumah. Bukan malah membagi dan memberikan rumah sendiri untuk mereka. Itu sama artinya dengan konyol.

“Jalan diplomasi sudah banyak dilakukan. Tak pernah ada hasilnya, bahkan resolusi PBB pun dimentahkan. Organisasi semacam OKI pun tak banyak berkutik. Yahudi tetap menjadi-jadi. Jadi, solusi hakiki Palestina yang syar’i adalah jihad dan Khilafah,” ungkap tegas ustadz Ali.

Ia menambahkan, kenapa harus Khilafah? Karena hanya Khilafah yang mampu menyatukan kaum muslim di seluruh dunia. Hanya Khilafah yang mampu menggetarkan musuh-musuh Islam dan membela harkat martabat kaum muslim yang dilecehkan. Karena itu, mewujudkan Khilafah menjadi fardlu bagi kaum Muslim.

Acara ini berjalan dengan gayeng dipenuhi dengan keakraban. Di akhir pertemuan, para jamaah berfoto bersama. Dilanjutkan, menyantap sarapan sederhana yang disediakan panitia seperti biasanya. [AF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.