Benarkah Islam Di Balik Teror Bom Surabaya?

Oleh: Ummu Akmal (Pendidik Dan Pemerhati Masalah Public)

Di tengah pemberitaan Kasus palestina yakni pemindahan kedubes Amerika Serikat di Yerussalem, tiba-tiba bom mengguncang Surabaya. Kasus ini begitu heboh dan menggemparkan. Karena baru kali ini ada kasus peledakan bom di jawa timur khususnya Surabaya. Peledakan bom itu terjadi dibanyak tempat, tiga bom meledak secara beruntun di tiga gereja yakni Gereja Katolik Santa Maria ; Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146; dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna. Selain  itu bom juga meledak di mapolrestabes surabaya dan rusunawa wonocolo, sidoarjo. Akibat ledakan bom-bom itu, sudah 13 orang tercatat meninggal dunia dan 41 orang terluka. (Viva.co.id,13/05/2018)

Banyak spekulasi siapa yang dengan teganya melakukan tindakan tersebut. Ada yang langsung mengkaitkan dengan gerakan islam, dan ada pula yang berpendapat  itu hanya rekayasa jahat pihak-pihak tertentu yang memiliki motif tertentu.  Sebagian masyarakat meyakini bahwasanya pelakunya tidak mungkin orang islam, karena dalam islam tidak diajarkan dan tidak dibenarkan untuk berbuat kerusakan apalagi membunuh jiwa tak berdosa. Nyawa manusia sangatlah dihargai, dan membunuh jiwa tak berdosa dikategorikan dosa besar. Pelakunya diancam oleh Allah dengan azab yang berat.

Jika ada kasus peledakan bom, umat islam selalu jadi sasaran tersangkanya. Tidak butuh waktu lama untuk menyimpulkan siapa pelakunya dan  apa motifnya. Beda dengan kasus lainnya. Apalagi kasus korupsi. Butuh waktu yang sangat lama untuk menyimpulkan tersangka dan memberi sanksi pada mereka.

Kalaupun benar yang melakukan pengeboman adalah orang islam, hendaknya tidak dihubungkan dengan ajaran islam itu sendiri. Karena tidak ada hubungannya bom dengan ajaran islam. Kasus criminal yang lain saja tidak pernah dikaitkan dengan agama. Baik itu pencurian, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dan lainnya. Tapi mengapa kasus peledakan bom selalu dihubungkan dengan islam,.dengan mengatasnamakan terorisme, dan istilah teroris selalu ditujukan kepada orang islam, bukan yang lain. Padahal islam jelas-jelas tidak mengajarkan tindakan mengebom, merusak, membunuh apalagi bunuh diri. Sama halnya dengan kasus korupsi. Apakah jika yang korupsi itu orang islam, lantas kasus itu dihubung-hubungkan dengan agama islam. Padahal kita tahu jelas islam tidak mungkin mengajarkan  korupsi.

Dalam sejarah dunia banyak orang dari kalangan non muslim yang dengan kejinya membunuh ratusan hingga puluhan juta manusia tapi mengapa tidak pernah dikategorikan sebagai teroris?seperti Hitler, joseph stalin, mao tse tsung, benito Mussolini, ashoka dan yang lainnya.

Setiap kali ada kasus terorisme umat islam dan agama islam itu sendiri senantiasa menjadi bulan bulanan. Menjadi sasaran empuk bagi musuh-musuh islam untuk menyudutkan islam dan orang-orang yang islamnya taat apalagi ikut berjuang dalam barisan dakwah islam. Orang yang benar-benar muslim taat dan gerakan yang sungguh-sungguh berjuang utuk islam tidak akan mungkin melakukan tindakan tersebut. Karena bagaimana mungkin mereka melakukan tindakan yang akan mengantarkan dirinya mendapatkan sanksi berat di akhirat?apalagi itu dilakukan dengan mengorbakan nyawanya sendiri. Bukankah itu konyol?

Bagaimana mungkin orang yang berjuang untuk islam malah merugikan islam dan kaum muslimin? tindakan itu hanya akan membuat fitnah. Oleh karenanya tidak mungkin pelaku pengeboman itu adalah orang yang berjuang untuk  izzul islam wal muslimin. Aparat kepolisian hendaknya   segera mengusut tuntas kasus peledakan bom ini dengan teliti, transparan dan penuh tanggung jawab. Sehingga tidak ada lagi spekulasi-spekulasi yang tidak jelas yang justru bisa mengadu domba antar umat Beragama. Masyarakat umum juga tidak usah terpancing dengan isu yang ada. Karena itu justru merugikan kita semua, khususnya umat islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.