Antara Kholifah dan Presiden

Oleh : Netty Susilowati, S.Pd (Kepala Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Malang)

Kholifah adalah pemimpin dalam Darul Islam (Negara Islam). Sistem pemerintahannya bernama Khilafah. Sementara Presiden adalah pimpinan tertinggi dalam sebuah Negara yang menggunakan sistem permerintahan Republik.

Meski sama-sama pemimpin sebuah Negara, tetapi ada perbedaan yang signifikan dari keduanya. Diantaranya :

  1. Penerapan Hukum

Dalam sistem Khilafah, pemimpin tertinggi yaitu Kholifah menjalankan hukum yang bersumber dari Allah SWT. Kholifah menjalankan syariat Islam yang bersumber dari Alqur’an dan Hadits dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan sistem ini, siapapun Kholifahnya hukum akan tetap sama karena selalu bersumber dari Alquran dan Hadits.

Dalam sistem Republik, Presiden menerapkan hukum hasil buatan DPR. Di DPR sejumlah orang yang merupakan wakil rakyat bermusyawarah, terkadang menggunakan suara terbanyak untuk menetapkan sebuah hukum. Jadi dalam sistem Republik pembuat hukum itu adalah manusia. Setiap periode presiden bisa jadi hukum yang dipakai berbeda tergantung siapa yang mendominasi di DPR.

  • Kekuasaan

Kekuasan seorang Kholifah meliputi seluruh negeri-negeri kaum muslimin yang mau tunduk terhadap kekuasaan Kholifah. Tidak ada sekat Negara bangsa dalam sistem Khilafah. Kholifah akan memperlakukan sama antara negeri yang satu dengan negeri yang lain. Kekuasaan Kholifah juga akan bisa terus berkembang seiring dengan dakwah Islam yang diembannya. Penyatuan negeri-negeri dalam kekuasaan Kholifah bukan untuk dieksploitasi. Tetapi untuk diatur dengan syariat Islam yang menjamin kesejahteraan seluruh wilayah yang menjadi bagian dari Negara Khilafah. Kholifah juga harus senantiasa menjaga agar negeri-negeri yang sudah menjadi bagian dari kekuasaannya tidak terlepas dari Negara Kesatuan Khilafah.

Sementara kekuasaan seorang Presiden hanya terbatas pada Negaranya saja. Kekuasaannya tidak bisa berkembang karena dibatasi sekat-sekat Negara bangsa. Seorang Presiden tidak akan bisa mencampuri urusan Negara yang lainnya meski jaraknya hanya beberapa meter dari wilayah kekuasaannya. Dengan alasan urusan suatu bangsa adalah urusan bangsa itu sendiri. Meski sama-sama muslim, tetapi jika sudah berurusan dengan Negara lain, maka menjadi asing. Kekuasaan seorang Presiden juga memiliki peluang berkurang seiring dengan berkurangnya wilayah yang dikuasainya akibat separatisme atau pemisahan sebuah wilayah dari Negara kekuasaannya.

  • Pemilihan

Kholifah dipilih oleh rakyat secara langsung melalui proses bai’at. Bai’at adalah satu-satunya metode yang ditentukan syara dalam pengangkatan Kholifah. Bai’at diberikan oleh rakyat kepada Kholifah. Bukan dari Kholifah kepada rakyat. Rakyat berhak memlih Kholifah sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan syara. Karena kepemimpinan dalam Islam adalah sebuah amanah, tanggung jawab yang sangat besar, urusannya tidak hanya di dunia saja tetapi juga harus dipertanggungjawabkan di akhirat, maka posisi menjadi Kholifah tidak menjadi rebutan. Bahkan cenderung dihindari. Sehingga tidak perlu sebuah pencitraan, tidak perlu kampanye besar-besaran hingga mengeluarkan dana puluhan milyar. Juga tidak ada jual beli kekuasaan. Sehingga ketika menjadi Kholifah, tidak harus berpikir mengembalikan modal kampane. Juga tidak ada beban memberikan proyek sebagai kompensasi mengembalikan dukungan dana dari pihak lain.

Presiden dalam sistem Republik dipilih oleh rakyat atau parlemen sebagai perwakilan rakyat. Mekanisme pemilihannya lewat PEMILU.  Karena berkuasanya Presiden untuk menerapkan hukum buatan manusia yang bisa jadi menguntungkan salah satu pihak, maka dibutuhkan usaha maksimal untuk memenangkannya. Mulai dari kampanye besar-besaran, memberikan hadiah atau suap kepada berbagai pihak. Hal ini jelas membutuhkan dana yang besar. Untuk menjadi seorang Presiden saja bisa dibutuhkan dana sebesar 100an milyar rupiah (https://nasional.kompas.com>2019/03/29). Sementara dana untuk penyelenggaran PEMILU bisa mencapai puluhan  trilyun rupiah. Maka tidak heran jika setelah terpilih menjadi Presiden ada beban untuk mengembalikn modal menjadi Presiden. Bisa dalam bentuk pemberian proyek atau ijin produksi dan sebagainya.

Inilah perbedaan Kholifah dan Presiden. Berbeda dari mulai asas pemilihannya. Jadi jika ada yang menyamakan antara Presiden dan Kholifah, maka ada baiknya memahami dan mengkaji sebuah sistem pemerintahan alternative kelas dunia yang mampu bertahan di kancah internasional selama hampir 1300 tahun. Sistem itu adalah Sistem Khilafah Islamiyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.