Akun Twitter Resmi TNI-AU : Dalam Kitab Suci LGBT Tidak Hanya Dilarang Tetapi “Dilaknat”

436
Panglima TNI Marsekal Hadi di Halim bersama Kapolri, KSAD, dan KSAL (Foto: Twitter/@_TNIAU)

Akun Twitter resmi TNI Angkatan Udara menyatakan bahwa Sebagai prajurit TNI yang bertaqwa kepada Tuhan YME dan sebagai muslim cukuplah Al-quran menjadi science proof, adakah ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dan lebih dipercaya dari kitab suci? Dalam kitab suci LGBT tidak hanya dilarang tetapi “dilaknat”

Mediasiar.com –  Perbincangan tentang LGBT kian santer pasca Mahkamah Konstitusi (MK) menolak kriminalisasi LGBT dan hubungan luar nikah. TNI Angkatan Udara dalam akun twitter resminya @_TNIAU membagikan artikel dari pemberitaan media Republika yang mengutip guru besar Universitas Indonesia, Prof Dadang Hawari yang mengatakan pada Maret 2016 bahwa “perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) termasuk dalam gangguan kejiwaan”.

Akun tersebut juga menyebutkan adanya tes kejiwaan bagi calon prajurit. Prajurit TNI juga diatur oleh norma keprajuritan termasuk di dalamnya norma agama dan norma hukum, sehingga harus sehat secara lahir & batin. Pernyataan ini menimbulkan reaksi di kalangan warganet.

Kendati berseberangan dengan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah menghapus homoseksualitas dari daftar klasifikasi penyakit internasional (ICD-10) untuk gangguan kejiwaan sejak 1992, dalam akun tersebut disebutkan bahwa jika masih banyak calon prajurit yang sehat jiwanya kenapa harus menerima yang tidak sehat?

Pro dan kontras atas pernyataan akun tersebut terus berlangsung. Salah satu warganet yang memiliki akun @shallypristine menyatakan isu tersebut sensitif dan supaya berhati-hati. Cuitan tersebut langsung dijawab, “Memang sensitif, tapi institusi TNI tegas. Prajurit TNI harus sehat lahir dan batin”.

Pernyataan akun @_TNIAU yang paling menarik dan pantas untuk mendapatkan apresiasi positif adalah  “Sebagai prajurit TNI yang bertaqwa kepada Tuhan YME dan sebagai muslim cukuplah Al-quran menjadi science proof, adakah ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dan lebih dipercaya dari kitab suci? Dalam kitab suci LGBT tidak hanya dilarang tetapi “dilaknat”

Pernyataan tersebut buah dari keimanan yang menghunjam dalam diri seseorang muslim. Hanya prajurit yang memiliki jiwa yang sehatlah yang berani menyatakan kebenaran. (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.