Agar Takut Terhadap Allah Tak Menjadi Hoax

68

Oleh : Wida Ummu Aulia ( Pemerhati Masalah Sosial)

Pakar ekspresi dan gestur Handoko Gani mengungkapkan debat kedua memang digunakan dua capres untuk menghapus segala image negatif. Handoko menilai capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) coba menghapus image negatif berupa image disetir, plin plan hingga takut.

“Kelihatan jelas arah pada debat kali ini, yaitu penghapusan  image   yang merugikan. Jokowi lebih kerap menyebut ‘rakyatku’, di image terakhir menyebut ‘tidak ada yang saya takutkan selain Allah SWT’.” kata Handoko Gani saat dihubungi detikcom, Senin (18/2/2019).

Pernyataan Jokowi tersebut, sontak saja mendapat bermacam respon dari masyarakat. Bahkan pernyataan “ tidak takut selain pada Allah” banyak dinilai sebagai hoax. Hal itu karena masyarakat masih ingat berbagai kebijakan Jokowi yang justru tidak memihak pada aturan Allah yakni Islam.

Sebut saja ketika presiden Jokowi mengeluarkan Perppu ormas untuk membubarkan sebuah ormas Islam yang bergerak dibidang dakwah. Hanya karena kegigihan ormas tersebut dalam menyampaikan syariah dan Khilafah yang merupakan ajaran Islam. Juga karena lantangnya mereka dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan Islam dan tidak pro rakyat seperti menaikkan BBM, TDL dan sebagainya.

Kemudian juga saat menjadi presiden, utang luar negeri semakin besar. Padahal utang tersebut memakai riba. Dia juga membiarkan bank riba tumbuh subur di negeri yang dipimpinnya. Padahal itu sama saja menantang perang terhadap Allah. Kok gak takut.

Belum lagi zina yang dibiarkan marak terjadi karena tidak memberikan tindakan tegas terhadap pelakunya. Membiarkan konten porno mudah diakses. Membiarkan porno aksi menjadi tontonan melalui televisi dan internet. Padahal itu sama saja mengundang azab Allah. Kok gak takut.

“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri “ (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani)

Belum lagi banyaknya ulama yang dikriminalkan, telah menambah datar panjang bukti bahwa Jokowi justru melanggar aturan Allah karena telah menzalimi pengemban dakwah. Maka tidak berlebihan jika masyarakat menilai bahwa ungkapan Jokowi tersebut adalah hoax.

Sejatinya takut pada Allah adalah kewajiban bagi setiap mukmin. Sehingga tak layak hanya diucapkan. Namun harus disesuaikan dengan perbuatan yaitu dengan taat dan patuh terhadap seluruh aturan-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” ( QS. Al Maidah 44 )

Oleh karena itu agar pernyataannya bahwa hanya takut kepada Allah tidak menjadi hoax, maka Jokowi harus melakukan pembuktian dengan cara menerapkan seluruh hukum Allah yaitu menerapkan aturan Islam secara keseluruhan dalam kehidupan dan bernegara.

Allah SWT berfirman :

“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 50)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.